Apakah Benar Kalau Rumah DP 1% Menguntungkan? Ayo Cek Faktanya!

Memiliki rumah nyaman yang layak huni namun dijual dengan harga yang relatif terjangkau adalah impian bagi banyak orang, terutama mereka yang memiliki penghasilan tergolong rendah. Sebagai jawaban dari keinginan masyarakat banyak ini, pemerintah membangun beberapa rumah murah yang dapat dimiliki masayarakat dengan DP sebesar 1%.

persentasi dp murah

Sebagai perwujudan nyata program pemerintah DP rumah 1%, presiden Joko Widodo baru meresmikan ribuan rumah DP 1% yang sudah terbangun di kawasan Serpong dan Cikarang. Sekitar 4000 unit rumah yang berada di perumahan di Villa Kencana Cikarang sudah terjual dan sejumlah 8000 unit rumah sedang menunggu akad kredit dalam jangka waktu dekat.

Siapa saja yang bisa membeli rumah DP 1%?

  • Warga negara Indonesia dengan penghasilan dibawah 4 juta rupiah. Pihak bank akan melakukan seleksi bagi mereka yang berminat untuk membeli rumah DP 1% yaitu seleksi administrasi dan juga wawancara. Melalui dua jenis seleksi ini, pihak Bank akan berusaha memastikan kalau rumah DP 1% memang dibeli oleh segmen konsumen yang tepat.
  • Masyarakat golongan berpenghasilan rendah: Karena rumah-rumah tersebut termasuk dalam rumah subsidi, masyarakat yang tergolong berpenghasilan rendah (MBR) dapat menggunakan fasilitas likuiditas pembiyayaan rumah atau dikenal sebagai FLPP. FLPP ini meliputi down payment (DP) atau uang muka sebesar 1%, bantuan DP sebesar 4 juta rupiah, dan juga bunga bank fixed rate sebesar 5% dengan tenor 20 tahun.

Apakah Anda tertarik untuk membeli rumah DP 1%? Baca dulu fakta-fata dibawah ini! Berikut kami akan merangkum untung rugi dari program DP rumah 1% yang sudah banyak dinantikan oleh masyarakat luas.

Keuntungan membeli rumah DP 1%

  • Harga murah: Harga yang ditawarkan untuk rumah DP 1% tergolong sangat murah. Harga rumah dimulai dari hanya 141 juta rupiah hingga 300 juta rupiah. Kalau Anda berminat untuk membeli rumah seharga 141 juta, DP yang perlu Anda bayar hanyalah sejumlah 1,4 juta saja. Jadi sisa KPR yang harus dicicil adalah 139 juta.
  • Rumah layak huni: Meskipun harganya tergolong sangat murah, rumah murah dengan DP 1% yang dibangun pemerintah tetap layak untuk dihuni. Rumah murah ini didesain dengan sedemikian rupanya supaya layak ditinggali untuk keluarga. Luas tanah dari rumah DP 1% umumnya adalah sebesar 60 m2 dengan luas bangunan sebesar 25 m2. Umumnya terdapat dua kamar tidur, satu dapur, kamar mandi dan juga ruang keluarga. Dikarenakan semakin berkurangnya luas lahan yang bisa dikembangkan sebagai rumah di kota-kota besar, rumah minimalis dapat dijadikan solusi tempat tinggal yang layak bagi masyarakat.
  • Cicilan ringan: Kalau dihitung-hitung lagi, cicilan rumah untuk rumah DP 1% hanyalah berkisar antara 750 ribu hingga sejuta per tahunnya selama 20 tahun. Tentunya hal ini sangat memudahkan masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk membeli rumah layak huni. Cicilan sebesar 750 ribu tentunya masih terjangkau dan tidak memberatkan bagi masyarakat yang memiliki pendapatan antara 3,5 sampai 4 juta.
  • Sarana dan prasarana yang memadai: Walaupun harganya tergolong murah, terdapat sarana dan prasarana yang cukup memadai yang disediakan dikawasan rumah. Sebagai contohnya, di kawasan rumah murah yang didirikan di Bekasi telah dibangun lapangan olahraga dan juga masjid. Selain itu, fasilitas lain seperti rumah sakit dan sarana pendidikan juga berencana untuk dibangun di kawasan rumah DP 1%.

Kerugian membeli rumah DP 1%

  • Dp 1% belum termasuk biaya notaris dll: Perlu Anda ketahui kalau uang muka 1% belum termasuk biaya notaris, biaya proses surat-surat dan biaya-biaya lainnya. Hal ini berarti dengan membayar DP sejumlah 1,4 juta seperti yang disebutkan diatas tidak mutlak kalau Anda sudah dapat memiliki rumah. Hal ini dikarenakan yang disubsidi oleh pemerintah adalah DP-nya yang tadinya sejumlah 20-25% menjadi 1% tetapi tidak termasuk bebas biaya lainnya.
  • Tidak boleh merenovasi rumah atau subsidi dicabut: Merenovasi struktur rumah dapat berimbas kepada pencabutan subsidi. Mereka yang dicabut subsidinya harus membayar sisa cicilan dengan bunga bank komersil. Hal ini berarti Anda harus membayar bunga KPR mengikuti pergerakan suku bunga.
  • Subsidi bisa dicabut kalau rumah tidak ditempati: Salah satu syarat pemberian subsidi bagi rumah DP 1% adalah rumah harus bena-benar ditempati. Hal ini bertujuan sebagai bukri kalau pembeli rumah adalah MBR yang butuh tempat tinggal dan belum mempunyai rumah.

Kesimpulan

Setelah melihat beberapa kelebihan dan kerugian dari membeli rumah DP 1%, ternyata lebih banyak keuntungannya. Selain DP-nya yang sangat ringan, harga cicilan per bulannya pun sangat ringan. Kami berpendapat kalau rumah DP 1% sangat berguna untuk masyarakat yang memiliki pendapatan rendah tetapi ingin memiliki rumah layak huni. Jadi bagaimana, apakah Anda termasuk golongan yang layak membeli rumah DP 1%? Apa Anda berencana membeli rumah DP 1% dalam waktu dekat? Semoga berhasil!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *